Pengakuan Denada: Tak Asuh Ressa dari Bayi karena Kondisi Psikis Tidak Layak

Pengakuan Denada: Tak Asuh Ressa dari Bayi karena Kondisi Psikis Tidak Layak

Penyanyi senior Denada Tambunan baru-baru ini membuat heboh publik Indonesia. Ia mengakui secara terbuka bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya. Denada meminta maaf karena tak mengasuh Ressa sejak bayi. Alasan utamanya adalah kondisi psikis yang tidak layak saat itu.

Pengakuan ini muncul melalui video di Instagram @denadaindonesia pada awal Februari 2026. Denada menyatakan penyesalan mendalam. Ia menyebut keputusannya sebagai kesalahan besar. Banyak netizen terkejut sekaligus simpati. Kasus ini menyoroti isu kesehatan mental pada orang tua.

Denada tak asuh Ressa dari bayi bukan tanpa sebab. Kondisi mentalnya terganggu pasca melahirkan. Ia memilih menitipkan bayi berusia 10 hari ke keluarga. Ressa kemudian dibesarkan oleh tante Denada, Bu Ratih. Pengakuan ini datang setelah Ressa menggugat perdata pada November 2025.

Cerita Denada, Dulu Cuek Kini Senang ke Klinik Kecantikan

Latar Belakang Hubungan Denada dan Ressa

Denada Tambunan dikenal sebagai penyanyi berbakat sejak era 90-an. Ia pernah menikah dan memiliki anak. Namun, hubungannya dengan Ressa selama 24 tahun penuh misteri. Ressa, kini berusia 24 tahun, berasal dari Banyuwangi. Ia mengklaim sebagai anak biologis Denada sejak lama.

Ressa dibesarkan oleh ibu angkat. Ia jarang bertemu Denada. Pada November 2025, Ressa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Ia menuntut ganti rugi materiil dan immateriil hingga 7 miliar rupiah. Gugatan ini memicu spekulasi publik.

Awalnya, Denada memilih diam. Tim hukumnya tidak mengonfirmasi status hubungan. Situasi berubah setelah Ressa terus bicara di media. Denada akhirnya buka suara. Pengakuan ini menutup spekulasi panjang.

Denada Tak Gamblang Akui Ressa Rizky Rossano sebagai Anak, Tapi …

Detail Pengakuan Terbuka Denada

Pada 2 Februari 2026, Denada unggah video emosional. Dengan suara bergetar, ia berkata: “Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak.”

Denada mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandung. Ia menyesali sikapnya selama ini. Denada menyebut dirinya khilaf dan bodoh. Setelah video itu, ia ubah bio Instagram menjadi “Proud Ibu of AA & RR”. RR merujuk pada Ressa.

Pengakuan ini disambut beragam. Banyak yang memuji keberanian Denada. Namun, Ressa merespons bahwa pengakuan via media sosial belum cukup. Ia ingin bertemu langsung.

Mengejutkan! Denada Minta Maaf dan Akui Status Ressa, Rahasia …

Alasan Utama: Kondisi Psikis Tidak Layak

Denada menjelaskan kondisi mentalnya tidak stabil pasca melahirkan. Ia merasa tidak mampu mengasuh bayi. Gangguan psikis membuatnya memilih menjauh. Denada titipkan Ressa ke keluarga terdekat.

Kesehatan mental pasca melahirkan sering menjadi isu serius. Banyak ibu mengalami baby blues atau depresi postpartum. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berlangsung lama. Denada mengakui butuh waktu puluhan tahun untuk pulih dan berani bicara.

Keputusan ini berat. Denada mengaku menyesal karena tidak mencari bantuan profesional lebih awal. Ia kini berharap pengakuan ini membuka jalan rekonsiliasi.

Denada: Sejujurnya, Aku Enggak Kuat

Dampak Psikologis pada Ressa dan Keluarga

Ressa tumbuh tanpa sosok ibu biologis. Anak yang ditinggalkan orang tua sering mengalami dampak psikologis jangka panjang. Mereka merasa tidak aman dan sulit menyesuaikan diri.

Menurut sumber kesehatan, anak tanpa orang tua lengkap rentan gangguan emosional. Mereka bisa mengalami masalah perilaku atau hubungan sosial. Ressa tampaknya mengalami ini. Ia pernah ungkapkan kesedihan karena tidak diakui.

Keluarga angkat Ressa berperan besar. Bu Ratih membesarkan Ressa dengan baik. Namun, kehilangan ikatan biologis tetap meninggalkan luka. Pengakuan Denada bisa menjadi langkah penyembuhan, tapi butuh waktu.

Sosok Ressa Rizky Pemuda yang Ngaku Anak Kandung Denada, Sedih …

Reaksi Publik dan Selebriti Lain

Netizen ramai membahas kasus ini. Banyak yang mendukung Denada karena berani bicara soal kesehatan mental. Ada juga yang simpati pada Ressa. Beberapa selebriti beri komentar netral.

Jerry Aurum, misalnya, berharap tidak ada drama lanjutan. Ia ingin keduanya damai. Reaksi positif datang dari yang paham isu mental health. Kasus ini meningkatkan kesadaran tentang pentingnya dukungan psikologis bagi orang tua.

Pentingnya Kesehatan Mental pada Orang Tua

Kasus Denada mengingatkan kita soal kesehatan mental orang tua. Ibu baru sering mengalami tekanan besar. Tanpa dukungan, risiko gangguan psikis meningkat. Depresi postpartum memengaruhi jutaan ibu di dunia.

Mencari bantuan profesional sangat penting. Terapi, konseling, atau obat bisa membantu. Masyarakat perlu hilangkan stigma. Denada kini jadi contoh bahwa bicara terbuka bisa menyembuhkan luka lama.

Orang tua harus prioritaskan kesehatan mental. Ini demi anak dan diri sendiri. Kasus ini ajarkan kita untuk empati dan dukung sesama.

Kesimpulan

Pengakuan Denada membuka babak baru dalam kisahnya dengan Ressa. Denada tak asuh Ressa dari bayi karena kondisi psikis tidak layak. Kini, ia meminta maaf dan mengakui semuanya.

Langkah ini berani dan berharga. Ia menunjukkan bahwa kesehatan mental perlu perhatian serius. Semoga Denada dan Ressa bisa berdamai. Publik berharap cerita ini menginspirasi banyak orang untuk bicara soal masalah serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *