Mantan Wartawan Kini Jabat Kepala Pengawasan Internal UIN Raden Intan Lampung

Mantan Wartawan Kini Jabat Kepala Pengawasan Internal UIN Raden Intan Lampung

Bayangkan saja, seseorang yang dulu sibuk mengejar berita di lapangan, mewawancarai narasumber, menulis headline yang bikin orang penasaran, tiba-tiba beralih ke posisi yang sangat strategis di dunia pendidikan tinggi. Ya, itu cerita nyata yang lagi ramai dibicarakan di Lampung belakangan ini. Seorang mantan wartawan resmi dilantik menjadi Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Pelantikan ini dilakukan baru-baru ini, tepatnya Jumat, 13 Maret 2026, oleh Rektor UIN Raden Intan Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. Acaranya digelar di lobi lantai 8 Gedung Academic & Research Center kampus tersebut. Bukan cuma satu orang, tapi sekaligus banyak pejabat lain yang dilantik untuk periode 2026–2030, termasuk wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, hingga ketua lembaga.

Siapa Sosok Mantan Wartawan Ini?

Dari berbagai sumber berita lokal, sosok yang dimaksud adalah Dr. Fathul Mu’in, M.H.I. Beliau yang sebelumnya berkarier di dunia jurnalistik kini dipercaya mengisi jabatan Kepala SPI. Pasangannya, Nurul Lia Febriati S.Pt., juga disebut-sebut dalam konteks ini, menunjukkan dukungan keluarga yang kuat di balik karirnya.

Perjalanan dari dunia media ke pengawasan internal universitas memang terdengar unik. Dulu, tugasnya menggali fakta, mengungkap kebenaran, dan menyajikan informasi secara akurat kepada publik. Sekarang? Ia bertanggung jawab memastikan semua proses di UIN Raden Intan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan. Mirip tapi beda level, ya?

Apa Itu Satuan Pengawasan Internal (SPI) di Kampus?

Bagi yang belum terlalu familiar, SPI adalah semacam “polisi internal” di perguruan tinggi. Tugas utamanya mengawasi agar tidak ada penyimpangan, baik dari sisi keuangan, administrasi, maupun pelaksanaan program akademik. Di UIN Raden Intan, SPI punya peran krusial untuk mendukung visi menjadi kampus berkelas dunia.

Bayangkan kalau tidak ada pengawasan yang ketat: anggaran bisa bocor, proyek tertunda, atau bahkan ada praktik yang tidak sehat. Nah, SPI-lah yang mencegah itu semua. Mereka melakukan audit internal, review proses, dan memberikan rekomendasi agar tata kelola kampus semakin baik.

Beberapa tahun terakhir, UIN Raden Intan memang gencar memperkuat SPI. Misalnya, pada 2024 mereka jadi pilot project penguatan kapabilitas SPI dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Skor kinerja SPI mereka pernah mencapai 82, angka yang cukup membanggakan. Ini menunjukkan komitmen kampus untuk good university governance—tata kelola universitas yang baik.

Kenapa Mantan Wartawan Cocok di Posisi Ini?

Pertanyaan bagus! Banyak orang mungkin mikir, “Wartawan kok jadi pengawas internal?” Tapi justru latar belakang jurnalistik itu yang membuatnya pas.

  • Kemampuan menggali fakta: Wartawan terlatih mencari data dari berbagai sumber, verifikasi kebenaran, dan tidak mudah percaya begitu saja. Ini mirip sekali dengan kerja audit dan pengawasan.
  • Kepekaan terhadap isu publik: Mereka paham apa yang jadi perhatian masyarakat, termasuk transparansi dan akuntabilitas.
  • Kemampuan komunikasi: Menulis laporan pengawasan butuh bahasa yang jelas, tajam, tapi tetap objektif—skill yang diasah di dunia jurnalistik.
  • Integritas dan independensi: Idealnya, wartawan bekerja tanpa tekanan, sama seperti pengawas internal yang harus netral.

Di era sekarang, di mana isu korupsi dan ketidakefisienan sering muncul di institusi publik, sosok dengan background seperti ini bisa membawa angin segar. Bukan cuma ahli hukum atau akuntansi, tapi juga punya perspektif “dari luar” yang kritis.

Pelantikan Besar-Besaran di UIN Raden Intan

Pelantikan 13 Maret 2026 bukan acara biasa. Rektor melantik banyak posisi kunci sekaligus:

  • Wakil Rektor bidang akademik, keuangan, dan lainnya
  • Direktur Pascasarjana
  • Para Dekan fakultas
  • Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, seperti Bambang Irfani, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
  • Dan tentu saja, Kepala SPI: Dr. Fathul Mu’in, M.H.I.

Ini menandakan pergantian periode kepemimpinan yang segar. Rektor Wan Jamaluddin menekankan pentingnya pengawasan internal yang kuat sebagai fondasi good governance. Kampus ini memang sedang berupaya naik kelas, dari PTKN biasa menjadi universitas yang kompetitif secara internasional.

Tantangan ke Depan bagi Kepala SPI Baru

Jabatan ini bukan tanpa tantangan. UIN Raden Intan punya ribuan mahasiswa, puluhan program studi, dan anggaran yang tidak kecil. Beberapa isu yang mungkin jadi fokus:

  • Penguatan sistem pengendalian internal (SPIP)
  • Pencegahan gratifikasi dan konflik kepentingan
  • Audit kepatuhan terhadap regulasi Kemenag dan Kemendikbud
  • Dukungan visi internasional kampus, termasuk akreditasi dan kerjasama global

Dengan latar belakangnya, mantan wartawan ini diharapkan bisa membawa pendekatan yang lebih inovatif. Mungkin lebih banyak melibatkan data-driven audit, atau bahkan komunikasi publik yang baik soal hasil pengawasan.

Inspirasi bagi Banyak Orang

Cerita ini mengingatkan kita bahwa karir tidak harus lurus. Dari jurnalis ke akademisi-pengawas, semuanya mungkin selama ada kemauan belajar dan adaptasi. Banyak mantan wartawan yang sukses beralih profesi: jadi humas, dosen, hingga pejabat publik. Skill investigasi dan storytelling mereka ternyata sangat berharga di mana saja.

Bagi pembaca yang sedang cari inspirasi karir, atau sekadar penasaran dengan dunia kampus negeri di Lampung, ini contoh nyata bahwa perubahan besar bisa datang dari jalur tak terduga.

Kesimpulan

Mantan wartawan yang kini menjabat Kepala Pengawasan Internal UIN Raden Intan Lampung membuktikan satu hal: pengalaman di media massa bisa jadi modal kuat untuk posisi strategis di pendidikan tinggi. Dengan integritas, ketelitian, dan kemampuan menganalisis fakta, diharapkan SPI di bawah kepemimpinannya makin solid, mendukung UIN Raden Intan jadi kampus yang transparan dan unggul.

Kamu punya cerita transisi karir seru? Share di kolom komentar, yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *